Sabtu, 19 Desember 2015
DOA SUPAYA MENDAPAT KEMUDAHAN DALAM SEGALA URUSAN
Senin, 30 November 2015
Ceramah Ust, Yusuf Mansur
Dengan gaya khas beliau bercerita :
“Ada kawan saya yang pengen banget anaknya jadi 'Pengusaha Tambang'. Lantas sejak anak itu masuk SMA, kawan saya ini udah giatin ibadah.
. Tahajud oke,
. Dzikir oke,
. dan Wirid oke,
. Sedekah pun oke juga...
Beliau pengen anaknya bisa kuliah di ITS atau ITB, jadi 'Ahli Tambang'.
Hingga pada saat anak ini kelas 12 (SMU kelas 3), Bapaknya jual motor satu-satunya yang beliau miliki untuk disedekahkan, berharap Rahmat dan kelancaran dari Allah untuk test anaknya.
Sabtu, 17 Oktober 2015
Intisari
Insya Allah
Jika semua yang kita kehendaki terus kita MILIKI, darimana kita belajar IKHLAS
Jika semua yang kita impikan segera TERWUJUD, darimana kita belajar SABAR
Jika setiap do’a kita terus DIKABULKAN, bagaimana kita dapat belajar IKHTIAR
Seorang yang dekat dengan ALLAH, bukan berarti tidak ada air mata
Seorang yang TAAT pada ALLAH, bukan berarti tidak ada KEKURANGAN
Seorang yang TEKUN berdo’a, bukan berarti tidak ada masa-masa SULIT
Biarlah ALLAH SWT yang berdaulat sepenuhnya atas hidup kita, karena ALLAH TAU yang tepat untuk memberikan yang TERBAIK
Ketika kerjamu tidak dihargai, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETULUSAN
Ketika usahamu dinilai tidak penting, maka saat itu kamu sedang belajar KEIKHLASAN
Ketika hatimu terluka sangat dalam……, maka saat itu kamu sedang belajar tentang MEMAAFKAN
Ketika kamu lelah dan kecewa, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KESUNGGUHAN
Ketika kamu merasa sepi dan sendiri, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETANGGUHAN
Ketika kamu harus membayar biaya yang sebenarnya tidak perlu kamu tanggung, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KEMURAHHATIAN
Tetap Semangat….
Tetap Sabar….
Tetap Tersenyum…..
Karena kamu sedang menimba ilmu di UNIVERSITAS KEHIDUPAN
ALLAH SWT menaruhmu di “tempatmu” yang sekarang, bukan karena “KEBETULAN”……
Orang yang HEBAT tidak dihasilkan melalui kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan.
MEREKA di bentuk melalui KESUKARAN, TANTANGAN & AIR MATA……
Di sarikan dari ceramah Ust. Yusuf Mansur
Selasa, 28 Juli 2015
DOA SUPAYA MENDAPAT KEMUDAHAN DALAM SEGALA URUSAN
Kamis, 20 Maret 2014
Management Ebook dan Konversi Ke berbeagai Format Ebook dengan Calibre Open Source
Referensi:
http://calibre-ebook.com/
Antara 2 Pilihan
Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu
Sahabatku, silakan pilih antara dua jalan, "Kami jadikan dua mata, mulut, dua bibir dan Kami buka dua jalan untuk dipilih" (QS 90:9-10), "Silakan mau beriman, silakan mau kufur" (QS 18:29).
Rasulullah bersabda ,"Semua umatku masuk Syurga kecuali yang tidak mau". Jadi jelaslah dengan akal sehat sudah tahu haq dan bathil dengan akibat masing masing, bukan tidak tahu, tetapi tidak mau.
Mulai saat ini jangan lagi katakan, "aku belum mendapat hidayah tetapi katakanlah aku belum mau hidayah!". Rasulullah mengajarkan doa, "Allahumma ya Allah, hamba mohon hidup selalu dalam hidayah-Mu, dalam ketagwaan, dalam kemampuan
mengendalikan diri dan rizki halal yang berlimpah untuk ibadah dan amal sholeh...aamiin".
Rabu, 12 Maret 2014
Kritik dan Motifasi Terbaik Untuk Berbuat Baik
, hanya membalas komentar yang masuk, saya mencoba untuk berbagi Ilmu tentang kehidupan Sehari - Hari (Lifestyle) yang berhubungan dengan rohani karena saya sudah sendiri sudah jenuh dengan IT
. Tujuannya pun juga banyak, bisa sebagai penyegaran Blog, dan yang saya harapkan bisa bermanfa'at bagi pembacanya. Yasudah, Kita langsung ke Topik saja mengenai Kritik, Motifasi Untuk Berbuat Baik kepada orang, sahabat,dan bisa juga ama do'i.Langsung saja, Dakwah tidak selalu berbuat manis, kabar gembira dan pujian. Kadang diperlukan juga teguran keras, kritik dan indzar (peringatan). Terlebih lagi bila arus maksiat semakin tak terebendung, segala imbauan tak diindahkan, peringatan pun tak lagi digubris. Meskipun demikian, seorang muslim tetap harus bijaksana dan tepat dalam mengkritik dan memperingatkan.
Ada waktunya suatu kritik disampaikan di forum umum, misalnya waktu fenomena kemaksiatan yang menggejala, sedangkan masyarakat kurang respek atau perhatian. Padahal, orang yang mendiamkan maksiat jamai, turut menanggung akibatnya.