Selasa, 06 Maret 2012

"God is Only 20%"

Artikel Lepas

23/2/2012 | 29 Rabbi al-Awwal 1433 H | Hits: 1.202

Oleh: Muhammad al-Fatih


adalah pengalaman saya ketika mengikuti perlombaan di Sirkuit Sepang, Malaysia.

Saat itu hari ke-3 perlombaan. Pada perlombaan itu setiap kendaraan para peserta diwajibkan untuk lolos inspeksi, baik inspeksi teknis maupun inspeksi dari sisi keselamatan. Terdapat beberapa aspek penilaian yang harus dipenuhi.

Pada saat itu kendaraan tim kami sudah memenuhi hampir seluruh aspek inspeksi kecuali satu hal, static brake test (uji rem dalam kondisi statis). Tiga hari telah berlalu dan hasilnya masihlah sama, kami belum lolos inspeksi. Segala cara telah dilakukan, dari mengubah sebagian komponen-komponen rem hingga harus mencari komponen pengganti di pasar terdekat.

Waktu terus berjalan. Setiap anggota tim telah terlihat gelisah dan lelah. Konsekuensi yang cukup besar harus kami hadapi, antara lain kami tidak diizinkan turun untuk berlomba di sirkuit. Ini adalah hal yang sangat menyakitkan. Perjuangan enam bulan lebih akan terasa hampa jika tim kami tidak diizinkan turun ke sirkuit. Konsekuensi lainnya adalah, tim yang tidak lolos inspeksi tidak akan menerima travel allowance, salah satu pos dana dari sponsor utama. Padahal untuk memberangkatkan tim dan kendaraan, kami masih berutang banyak. Apa jadinya jika dana tersebut tidak diberikan, dengan apa kami akan membayar utang yang begitu besar?

Kami pasrah, berserah. Segala cara telah dilakukan, sekarang hanya kembali masuk ke pit inspeksi dan kembali melakukan static test brake. Terlintas untuk berbuat curang, yaitu dengan memberi penahan pada bagian rem belakang. Namun alhamdulillah seorang pembimbing menasihati, beliau berkata bahwa yang dicari di sini bukan sekedar kemenangan dalam perlombaan, namun juga kemenangan diri, salah satunya dengan bertanding secara jujur dan sportif.

Kami berjalan sembari menggiring kendaraan kami untuk kembali masuk ke pit. Di sana kami disambut oleh seorang panitia, berkebangsaan Singapura saya rasa.

Still not finish yet?” tanyanya.

Yeah“, kami menjawab sekenanya.

Are you ready now, guys? Are you sure you have already fix the brake?” tanyanya lagi.

Yeah, insya Allah. God will help us“, jawab kami.

What? God is only 20%, guys. You must do it by yourself“, ungkapnya tiba-tiba.

Saat itu juga, entah mengapa hatiku terasa terbakar, pikiranku bergolak, membentak, menolak keras perkataannya. Seandainya Allah tidak memberi kesabaran niscaya sudah kuhantam mulutnya itu. Aku tidak tahu apa yang Allah rasakan ketika ada makhluk-Nya yang berkata seperti itu. Aku yang sebagai ciptaan-Nya saja sudah merasa marah, namun entahlah Allah memiliki kehendaknya sendiri. Tak perlu berbicara lebih lagi. Kami hanya berjalan masuk lebih dalam lagi.

“Allah 100% menggenggam hidupku juga hidupmu, bahkan lebih dari itu” batinku.

Kali ini yang menyambut kami adalah seorang panitia berkebangsaan Malaysia.

Are you ready now?” tanyanya,

Yeah, insya Allah” jawabku.

Yap, insya Allah. I hope you will pass this test guys. I know you’ve tired, but rules is rules, we can’t make any change of it.

Yeah, just see then

Maka kami dorong kendaraan kami menuju sebuah platform yang memiliki kemiringan 20 derajat. Driver kami telah siap di dalam.

Rem kendaraan kami diuji. Kami semua berdoa, cemas. Namun yang terjadi membuat kami lemas. Kendaraan kami bergerak maju ke depan ketika direm. Persyaratan lolos adalah bahwa kendaraan tersebut tidak boleh bergerak sedikit pun ketika direm pada kemiringan tersebut.

Please, give us one more chance“, pintaku.

Oke, one more chance.”

Namun lagi-lagi kendaraan itu tidak mampu diam di tempat. Kami semua terdiam, lemas.

Your brake doesn’t work I think.

Please one more time!” nyaris putus asa aku bicara.

Ketika itu datanglah seorang panitia lainnya. Seorang Eropa. Ia berbincang-bincang dengan panitia yang berasal dari Malaysia. Setelah berbincang cukup lama, orang Eropa itu menghampiri kami.

Oke, one more chance“, ucapnya singkat.

“Yaa Rabb, ini kesempatan terakhir kami. Hanya pada-Mu kami berserah. Berhasil atau tidak kami serahkan keputusan pada-Mu.” batinku.

Kami kembali membawa kendaraan kami ke bidang miring itu.

Oke, let’s start! Brake now, front and rear!” ucap orang Eropa itu.

Kendaraan kami tidak bergeming. Untuk tes kedua rem bersamaan, memang kendaraan kami selalu berhasil. Lalu, inilah saat yang ditunggu, ketika setiap brake dites masing-masing.

Release the rear brake!

Kendaraan kami tak bergeming. Satu tahap lagi. Satu tahap yang menentukan.

Release the front brake!

Kami memejamkan mata. Biasanya kendaraan itu akan meluncur menurun ke bawah. Kami memberanikan diri untuk membuka mata. Dan, Maha Besar Allah Yang Maha Agung, kendaraan kami diam di tempatnya, tidak bergeser sedikit pun.

Okay, you pass the test, congratulation!” ucap orang Eropa itu.

“Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar. Maha Besar Allah” kami terpana.

“Tuhanku menggenggam 100% hidupku dan hidupmu, bahkan lebih dari itu” batinku.

Kami beranjak, menuju sirkuit. Panas terik, tapi terasa indah dan begitu sempurna.


Sumber: http://www.dakwatuna.com/2012/02/18896/god-is-only-20/#ixzz1oNxLm7rB

 

 

Sunnah Cara Makan Nabi

Pertama

Asupan awal ke dalam tubuh Rasulullah adalah udara segar di subuh hari. Beliau bangun sebelum subuh dan melaksanakan qiyamul lail. Para pakar kesehatan menyatakan bahwa udara sepertiga malam terakhir sangat kaya dengan oksigen dan belum terkotori oleh zat-zat lain, sehingga sangat bermanfaat untuk mengoptimalisasi metabolisme tubuh. Hal ini jelas sangat besar dan pengaruhnya terhadap vitalitas seseorang dalam aktivitasnya selama seharian penuh.
Kedua, Di pagi hari, Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam menggunakan siwak untuk menjaga kesehatan mulut dan giginya. Mulut dan gigi merupakan organ tubuh yang sangat berperan dalam konsumsi makanan. Apabila mulut dan gigi sakit, maka biasanya proses konsumsi makanan menjadi terganggu

Ketiga, Di pagi hari pula Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam membuka menu sarapannya dengan segelas air putih yang dicampur dengan sesendok madu asli. Khasiatnya luar biasa. Dalam Al Qur’an, madu merupakan syifaa (obat) yang diungkapkan dengan isim nakiroh, menunjukkan arti umum dan menyeluruh. Hal ini berarti pada dasarnya madu bisa menjadi obat atas berbagai penyakit.


Keempat, Masuk waktu dhuha (pagi menjelang siang), Rasulullah SAW senantiasa mengkonsumsi 7 butir kurma ajwa (matang). Beliau pernah bersabda,”Barang siapa makan tujuh butir kurma maka kan terlindung dari racun.”

Kelima, Menjelang sore hari, menu Rasulullah biasanya adalah cuka dan minyak zaitun yang dikonsumsi dengan makanan pokok seperti roti. Manfaatnya banyak sekali, diantaranya mencegah lemah tulang, kepikunan di hari tua, melancarkan, menghancurkan kolesterol, dan melancarkan pencernaan. Roti dicampur cuka dan minyak zaitun juga berfungsi untuk mencegah kanker dan menjaga suhu tubuh di musim dingin

Keenam, Di malam hari, menu utama makan malam Rasulullah adalah sayur-sayuran. Secara umum sayuran memiliki kandungan zat dan fungsi yang sama yaitu menguarkan daya tahan tubuh dan melindunginya dari serangan penyakit

Ketujuh, Rasulullah SAW tidak langsung tidur setelah makan malam. Beliau beraktivitas terlebih dahulu supaya makanan yang dikonsumsi masuk lambung dengan cepat dan baik sehingga mudah dicerna. Caranya bisa juga dengan shalat. Rasulullah SAW bersabda,”Cairkan makanan kalian dengan berdzikir kepada Allah SWT dan shalat, serta janganlah kalian langsung tidur setelah makan, karena dapat membuat hati kalian menjadi keras.”(HR Abu Nu’aim dari Aisyah r.a.)

Kedelapan, Rasulullah SAW sering menyempatkan diri untuk berolahraga. Terkadang beliau berolahraga sambil bermain dengan anak-anak dan cucu-cucunya. Pernah pula beliau lomba lari dengan istri tercintanya Aisyah r.a. Olahraga diakui oleh para pakar kesehatan sangat bermanfaat bagi tubuh.

Kesembilan, Rasulullah SAW tidak menganjurkan umatnya untuk begadang. Karena itulah beliau tidak menyukai berbincang-bincang dan makan sesudah waktu isya. Biasanya beliau tidur lebih awal supaya bisa bangun lebih pagi. Istirahat yang cukup dibutuhkan oleh tubuh karena tidur termasuk hak tubuh.

Berikut adalah penjelasan tentang jenis makanan dan cara makan Rasulullah SAW

JENIS MAKANAN

Rupanya tanpa kita sadari dalam makanan yang kita makan sehari-hari kita tidak boleh sembarangan. Hal inilah penyebab terjadinya berbagai penyakit antara lain penyakit kencing manis, lumpuh, sakit jantung, keracunan makanan dan lain-lain. Diet Rasulullah SAW menyebabkan beliau tak pernah sakit perut sepanjang hayatnya karena pandai menjag makananya sehari-hari. Insya Allah kalau anda ikut diet Rasulullah ini, anda tidak akan menderita sakit perut ataupun keracunan makanan.
Jangan makan SUSU bersama DAGING
Jangan makan DAGING bersama IKAN
Jangan makan IKAN bersama SUSU
Jangan makan AYAM bersama SUSU
Jangan makan IKAN bersama TELUR
Jangan makan IKAN bersama DAUN SALAD
Jangan makan SUSU bersama CUKA
Jangan makan BUAH bersama SUSU; contoh COCTAIL

CARA MAKAN

* * Jangan makan buah setelah makan nasi, sebaiknya makanlah buah terlebih dahulu sebelum makan nasi. biasanya kita malah kebalikannya ya?

* * Tidur 1 jam setelah makan tengah hari (makan siang). kalo yang namanya abis makan n kenyang tidurnya bukan cuma sejam bisa berjam-jam.

* * Jangan sekali-kali tinggal untuk makan malam, barang siapa yang tinggal untuk makan malam dia akan dimakan usia dan kolsterol dalam badan akan berganda (maksudnya jangan makan diwaktu tengan malam). kalo yang ini bagi yang sering begadang malah sering dilakukan. biasanya malam2 keluar nyari burjo (warung bubur kacang ijo 24 jam).

* * Dalam kitab juga melarang kita makan makanan darat bercampur dengan makanan laut. Nabi pernah mencegah kita makan ikan bersama susu karena akan cepat mendapat penyakit. Ini terbukti oleh ilmuwan yang menemukan bahwa dalam daging ayam mengandung ion+ sedangkan dalam ikan mengandung ion-, jika dalam makanan kita ayam bercampur dengan ikan maka akan terjadi reaksi biokimia yang akan dapat merusak usus .

SUNAH CARA MAKAN MENURUT NABI SAW

1. Makan garam secuil sebelum makan untuk menolak 70 macam penyakit dan ambil lagi secuil dengan jari manis tangan kanan setelah makan. Makanlah dengan tangan kanan (tanpa sendok). Sebaiknya kita yang menunggu makanan dan bukan makanan yang menunggu.
2. Berdoa sebelum dan sesudah makan, cuci tangan dan minum dengan memegang gelas dengan tangan kanan, meskipun tangan tersebut bekas kuah. ini juga sedikit ga nyaman diliatin org
3. Duduk dibawah bukan dibangku dan makan dimulai dari pinggir dan terakhir ketengah. Baik sekali makan berjamaah bersama keluarga maupun teman seperti ketika haji atau buka puasa bersama di Masjid dalam satu nampan bias untuk 4 orang.
4. Jangan sisakan sebutir nasipun karena nasi ini berdzikir

 

Sumber: http://www.byufe.com/index.php?option=com_content&view=article&id=62%3Asunah-cara-makan-nabi-&catid=37%3Atausiah&Itemid=54

 

 

 

Senin, 20 Februari 2012

Syair-syair Imam Syafi'i tentang Ilmu

 

Ilmu yang paling mulia
Semua ilmu selain Al-Qur’an hanya hal yang menyibukkan
Kecuali ilmu hadits dan fiqih agama
Ilmu yang benar adalah yang terdapat kata “Haddatsana”
Selain itu hanyalah tipu daya syaitan


Cara memperoleh Ilmu
Saudaraku …
Engkau tidak akan memperoleh ilmu kecuali dengan 6 perkara
Aku akan menyebutkan perinciannya dengan jelas
Cerdas, ambisi, usaha, dana, berguru dan waktu yang lama


Si Bodoh dan Si Alim
Kedudukan orang bodoh dalam pandangan yang alim
Sama seperti kedudukan orang alim dimata orang bodoh
Si bodoh enggan mendekati si alim
Yang alim lebih enggan mendekati si bodoh
Bila keburukan mendominasi kehidupan si bodoh
Dia akan lebih parah dalam menyelisihi si alim


Belajar sebelum menjadi pemimpin
Belajarlah agama sebelum engkau diangkat menjadi pemimpin
Dan bila engkau telah diangkat menjadi pemimpin, maka engkau tidak sempat belajar

Seorang tergantung ilmu dan takwanya 
Tabahlah…
Atas pedihnya kekerasan pengajar
Karena kekokohan ilmu itu berada dalam kesulitan
Barangsiapa tidak mencicipi pahitnya belajar
Dia akan menelan kehinaan bodoh selama hidup

Barangsiapa waktu mudanya tidak sempat belajar
Maka bacakan takbir 4 kali karena kematiannya

Demi Allah
Hidup seorang pemuda itu tergantung ilmu dan takwa
Bila keudanya tidak ada, keberadaanya tidak dianggap

 

Kelezatan Ilmu
Begadangku untuk menelaah ilmu
terasa lebih nikmat daripada bertemu penyanyi dan keharuman leher mereka

Sungguh, goresan penaku di atas kertas
lebih nikmat daripada bercinta bersama para pecinta

Tabuhan rebana para gadis, masih kalah nikmat
Dengan kenikmatan aku memukul bukuku untuk membersihkan debunya
Kegundahanku untuk memecahkan masalah dalam belajar
Jauh lebih nikmat daripada para pemabuk khamer

Ilmuku selalu bersamaku 
Ilmuku senantiasa bersamaku
Dimanapun aku berada selalu memberi manfaat
Hatiku adalah tempatnya, bukan dalam lemariku
Bila aku berada di rumah, pasti ilmuku disana bersamaku
Ketika aku berada di pasar, diapun ada di pasar

 

Taubat dan Ilmu

Aku mengadukan perihal lemahnya hafalanku kepada waki’ (Sahabat/Guru Imam Syafii)

Ia membimbingku agar aku meninggalkan maksiat

Ia berkata,”Ketahuilah ilmu itu karunia dan karunia Allah tidak diberikan kepada seorang pemaksiat”

Ia juga berkata,”Ketahuilah bahwa ilmu itu adalah cahaya dan cahaya tidak diberikan kepada seorang pemaksiat”

 

Lautan Ilmu sangat Dalam

Seorang tidak akan mendapatkan semua ilmu

Walaupun ia mencoba mencarinya selama seribu tahun

Lautan ilmu itu sangat dalam

Maka, ambillah yang terbaik saja dari semua hal

 

 

Martabat Para Pemilik Ilmu

Kulihat seorang yang berilmu itu mulia

Walaupun ia dilahirkan oleh bapak yang hina

Ilmu akan terus mengangkatnya dan

Semua kaum yang mulia mengangkatkan derajatnya

Mereka selalu mengikutinya di setiap saat

Seperti penggembala kambing yang diikuti oleh gembalaannya

Tanpa ilmu orang tidak akan bahagia

Yang halal dan haram pun tak dapat dikenali

 

Siapa yang tidak merasakan kepedihan belajar walau sesaat
Dia akan merasakan hinanya kebodohan sepanjang hayat

 

Siapa yang ketinggalan belajar di waktu muda
Bertakbirlah kepadanya empat kali karena dia telah 'tutup usia'

 

Nilai pemuda –demi Allah- ada pada ilmu dan takwa
Jika keduanya tidak ada, maka dirinya tiada guna

 

Jika ilmu seorang pemuda tidak menambah hidayah di hatinya

Atau tidak membuat hidupnya menjadi lurus dan akhlaknya menjadi baik

Beritakan kepadanya bahwa Allah menimpakan petaka kepadanya

Ia akan ditimpa petaka seperti orang-orang yang menyembah berhala

 

Bersabarlah menghadapi sikap keras seorang guru

Karena kegagalan ilmu disebabkan oleh ketidaksabaran seorang murid dalam menghadapinya

 

Referensi:

- Diwan Al-Imam Asy-Syafii

Rabu, 08 Februari 2012

Adab Menasehati

Tak ada gading yang tak retak, tak ada manusia yang sempurna, selalu ada kelemahan dan kekurangan.  Setiap manusia pasti mempunyai kesalahan dan sebaik-baik kita manusia adalah yang bertaubat kepada Allah, menyadari akan kesalahannya, lalu menyesal dan bertekat untuk tidak mengulanginya lagi.

 

Oleh karena itu nasehat menasehati menuju kebenaran harus digalakkan. Bagi yang dinasehati seharusnya ia berterima kasih kepada orang yang telah menunjukkan kekurangan dan kesalahannya, hanya saja hal ini jarang terjadi. Pada umumnya masusia tidak suka disalahkan apalagi kalau teuran ataupun nasehat itu disampaikan kepadanya dengan cara yang kurang berkenan.

 

Seseorang yang hendak member nasehat haruslah memperhatikan adab-adab menasehati yang baik agar nasehatnya dapat diterima oleh orang lain.

Beberapa adap menasehati yang perlu diperhatikan diantaranya adalah:

 

1.      Ikhlas dalam menasehati

Setiap muslim wajib mengharapkan Ridho Allah ta’ala dalam nasehat, kritikan, dan bantahan yang dilakukannya. Kita tidak boleh melancarkan nasehat, ataupun kritikan dengan tujuan menonjolkan diri, tidak pula mencari popularitas ataupun membalas dendam. Syaikul islam Ibnu Taimiyah rahimakulullah mengatakan “Wajib bagi setiap orang yang memerintahkan kebaikan dan mengingkari kemungkaran berlaku ikhlas dalm tindakannya dan menyadari bahwa tindakannya tersebut adalah ketaatannya kepada Allah.” Dia berniat untuk memperbaiki kondisi orang lain dan menegakkan hujjah atasnya, bukan untuk mencari kedudukan untuk diri maupun kelompok, tidak pula untuk melecehkan orang lain.

2.      Nasehat harus ditopang diatas ilmu

Seorang pemberi nasehat harus mengetahui letak kesalahan dari pihan yang akan dibantah. Dia harus tahu perbuatan ataupun tindakan pihak yang diberi nasehat yang bertentangan dengan nash-nash syari’at sehingga dirinya tidak mengingkari yang ma’ruf dan malah membenarkan yang mungkar, menyalahkan yang benar dan membenarkan yang salah. Dengan demikian tidak boleh menasehati dan mengkritik tanpa ilmu dan bashirah.

3.      Menasehati secara rahasia tanpa diketahui orang lain

Imam Syafi’I berkata sebagaimana dinukil dalam mukaddimah kitab Al-majmu’ Syarh al-Muhadzdzab (1/31):”Barang siapa member nasehat dengan rahasia maka sesungguhnya dia telah member nasehat dengan sebenarnya dan menghargainya. Sedangkan barang siapa member nasehat dengan terang terangan ihadapan manusia, maka sungguh ia telah membongkar aib saudaranya dan merendahkannya.”

Adab ini merupakan salah satu adab yang penting untuk dicermati dalam menasehati, yakni menasehati secara rahasia dan tidak menasehati dihadapan orang ramai. Sebab, tabiat tabiat manusia pada umumnya adalah tidak menyukai dinasehati secara terang terangan di depan manusia lainnya. Tak sedikit manusia yang gemar member nasehat secara terang-terangan. Padahal metoda member nasehat dengan metode seperti ini sangat sulit diterima, malah cenderung dapat mengundang kebencian antar sesama.

4.      Lembut dan santun

Karena kelembutan dan kesantunan di setiap perkara akan menghiasi dan memudahkan. Benar, terkadang di beberapa kondisi dan untuk beberapa orang, kita perlu sikap tegas sebagaimanan yang dipraktekkan ulama salaf. Akan tetapi, bersikap lembut adalah hukum asal dalam menasehati ataupun mengkritik, apalagi pihak yang dibantah merupakan tokoh yang memiliki pengikut, atau memiliki peluang besar untuk rujuk kepada kebenaran. Cukuplah firman Allah bagi kita dalam hal ini, tatkala mengutus Musa dan Harun kepada fir’aun, Maka berbicaralah kamu kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat datau takut.(QS. Thaha:44) 

Demkianlah kiranya beberapa adab yang perlu diperhatikan ketika kita menasehati seseorang. Menjaga keselarasan kebersamaan serta keharmonisan ukhuwah adalah salah satu hal yang sangat penting. Dan nasehat menasehati (dalam kebaikan tentunya) merupakan salah satu pilar yang dibutuhkan untuk menegakkan ukhuwah yang solid. Apakah itu ukhuwah antara pimpinan dan bawaan, guru dan murid, orang tua dan anak, serta antara kita dan sahabat. Wallahu’alam.

 

Sumber : Buletin Ash Shaff terbit pekanan

 

 

Rabu, 01 Februari 2012

Bila Aku Jatuh Cinta

 

Allahu Rabbi aku minta izin 
Bila suatu saat aku jatuh cinta
 
Jangan biarkan cinta untuk-Mu berkurang
 
Hingga membuat lalai akan adanya Engkau

Allahu Rabbi 
Aku punya pinta
 
Bila suatu saat aku jatuh cinta
 
Penuhilah hatiku dengan bilangan cinta-Mu yang tak terbatas
 
Biar rasaku pada-Mu tetap utuh

Allahu Rabbi 
Izinkanlah bila suatu saat aku jatuh cinta
 
Pilihkan untukku seseorang yang hatinya penuh dengan
kasih-Mu
 
dan membuatku semakin mengagumi-Mu

Allahu Rabbi 
Bila suatu saat aku jatuh hati
 
Pertemukanlah kami
 
Berilah kami kesempatan untuk lebih mendekati cinta-Mu

Allahu Rabbi 
Pintaku terakhir adalah seandainya kujatuh hati
 
Jangan pernah Kau palingkan wajah-Mu dariku
 
Anugerahkanlah aku cinta-Mu...
 
Cinta yang tak pernah pupus oleh waktu

Amin !

 

 

 

Minggu, 01 Januari 2012

Muhasabah Syukur

Bismillahirrahmanirrahim…

“Fabiayyi alaa’irabbikuma Tukadzibaan…???”

Saudara ku…. ingatkah kita akan segala nikmat yang telah diberi-Nya…? Semoga kita termasuk orang-orang yang senantiasa bersyukur kepada Allah. Kita memang bukanlah para nabi yang tidak pernah luput dari dosa, bukanlah para sahabat yang senantiasa setia kepada Allah dan Rasul-Nya atau shohabiyah yang zuhud terhadap dunia… Tapi semoga rasa syukur yang telah kita ucapkan dengan tulus masih mampu menggetarkan Arsy Allah…  “Nikmat Tuhan mu yang mana yang kau dustakan?”

Bila kita hitung mungkin milyaran bahkan lebih nikmat Allah yang telah kita terima sampai saat ini. Salah satunya adalah nikmat Iman dan Islam. Sebuah nikmat yang luar biasa jika sampai hari ini kita masih bisa merasakannya melalui tilawah harian kita, sujud-sujud panjang di sepertiga malam, ibadah-ibadah sunnah yang kita jalani, kesabaran dalam menerima setiap ujian-Nya atau bahkan melalui sedekah yang kita keluarkan dengan keikhlasan…..

Apakah kita termasuk orang yang berpikir bahwa Allah tidak adil terhadap diri kita? Terhadap segala nikmat yang telah diberikan-Nya untuk kita karena orang lain mampu mendapatkannya lebih, terhadap cobaan yang ditimpakanNya pada kita padahal itu sebenarnya adalah bentuk rasa cinta Allah pada kita karena kita dianggap pantas untuk mendapatkan tingkatan Iman yang lebih tinggi…

 

Astagfirullahaladzim…………

Saudara ku apa pantas bila kita bersanding dengan Rasulullah di surga atau setidaknya memiliki derajat yang sama dengan para sahabat dan shahabiyah rasul bila bersyukur saja tidak mampu….? Renungkanlah…. Jika saja kita tahu bagaimana perjuangan Sang Pembawa Risalah, kehidupan para khalifah atau bahkan beratnya perjuangan saudara-saudara muslim di Palestina saat ini yang mempertahankan Al-Aqsha maka tidak henti-hentinya hati ini tergetar untuk mengucapkan tahmid pada Allah….

 

Bersyukurlah bila nikmat telah diterima, bersabarlah bila keputusan sudah ditetapkan. Malaikat tidak akan menangis jika kau menangis tapi malaikat akan menyebut nama mu dan memohon pada Allah untuk segera menambah nikmat-Nya bila kita senantiasa bersyukur akan segala ketetapan-Nya…

Saudara ku mata yang saat ini kita gunakan untuk membaca, kaki yang saat ini masih bisa digunakan untuk menopang tubuh, telinga yang masih bisa kita gunakan untuk mendengar hiruk-pikuk suara manusia, tangan yang masih bisa kau ulurkan untuk memberi dan lisan yang senantiasa kau gunakan untuk mengatakan hal-hal baik….. itu adalah sedikit nikmat Allah yang bisa kita rasakan.

Saudara ku… jangan sampai kau buta dengan kehidupan duniawi yang bisa melupakan akhirat, jangan kau terlena dengan kesenangan di dunia yang bisa melupakan mu dari siksa kubur.

I

ngatlah saudara ku… waktu kita tidak banyak untuk mengumpulkan pahala, untuk mendapatkan bekal akhirat…. Bersyukurlah selama usia masih dalam genggamanmu, selama nikmat sehat masih dapat kau rasakan, selama kesempitan belum kau hadapi. Kemudian… berusahalah menjadi yang terbaik di hadapan-Nya…

Semoga Allah senantiasa memudahkan langkah-langkah kita menuju kebaikan… Aamiin

 

dakwatuna.com

Rabu, 21 Desember 2011

Ku tak Ingin Menjadi "Bukan Siapa-Siapa"

 

Hari ini yang ku nanti…

Saat lembaran-lembaran iman saling terpaut

Membentuk garis-garis ukhuwah

Sketsa impian masa lalu, kini nyata terekam dalam pita batinku…

Segenggam ghirahMu bagai batu bara menyala pada permukaan tungku,

Berkawan dengan api…

Saat ku terlelap, bara itu kian menyala!

Menyilaukan,

Pesonanya memukau menerangi seantero jagat raya, memukau dalam peraduan cintaNya…

Lentera-lentera zaman menyatu terselimuti asa-asa tak terperi,

Mencipta senyum menyemaikan benih-benih wasilah…

Damainya pelita arsy-Mu menggoda, mengusik kelalaianku

Sejenak merenungi,

Ku terjaga akan Rumah-Mu di sana…

Segudang perih menusuk jiwa,

Menghunus tajam dalam dada!

Ingatan menerbangkan ruhku pada bayi-bayi yang terkapar tak berdaya!

Semangkuk suara-Mu membisikkan nyawa-nyawa melayang oleh sabetan pedang…

Hatiku, menjerit!

Pandanganku mendadak nanar

Amat kentara di ujung lensa mataku,

mayat-mayat menjerit!

Mengaduh kesakitan… terlukis dalam untaian tinta darah bercecer

Membeku dalam kalbu

Mengakar dalam sangkar.

Jangkar-jangkar berakar meniupkan kabar

Menyangsikan bayi-bayi syahid menggema takbir,

Mengenangnya, tak sekedar menyayat hati mengguratkan kepiluan lara…

Rekaman setengah abad lampau, menyulut imanku!

Saat kobaran api dipercikkan zionis Dennis Rohan di al-Quds,

Api itu kini sudah padam seutuhnya! TIDAK!

Lalu, apakah kau rela menjadi “bukan siapa-siapa” dalam memoar ini?

Rasa cemburu berkobar pada tangan-tangan zionis laknatullah…

Gelegar dahsyat jet-jet tempurmu, tak kan mampu menggedor kekokohan imanku…

Komitmen ini kami bangun, menjulang tinggi, membangun tembok-tembok peradaban!

Memecah lingkaran-lingkaran keangkuhan…

Seucap doa kita menyimpan seribu kekuatan untuk mereka mujahid sejati…

Karena kita “siapa-siapa”



Sumber: http://www.dakwatuna.com/2011/10/15777/ku-tak-ingin-menjadi-bukan-siapa-siapa/#ixzz1hCz3sN4k