| | |
| Allahu Rabbi aku minta izin Allahu Rabbi Allahu Rabbi Allahu Rabbi Allahu Rabbi Amin ! | |
Rabu, 01 Februari 2012
Bila Aku Jatuh Cinta
Minggu, 01 Januari 2012
Muhasabah Syukur
Bismillahirrahmanirrahim…
“Fabiayyi alaa’irabbikuma Tukadzibaan…???”
Saudara ku…. ingatkah kita akan segala nikmat yang telah diberi-Nya…? Semoga kita termasuk orang-orang yang senantiasa bersyukur kepada Allah. Kita memang bukanlah para nabi yang tidak pernah luput dari dosa, bukanlah para sahabat yang senantiasa setia kepada Allah dan Rasul-Nya atau shohabiyah yang zuhud terhadap dunia… Tapi semoga rasa syukur yang telah kita ucapkan dengan tulus masih mampu menggetarkan Arsy Allah… “Nikmat Tuhan mu yang mana yang kau dustakan?”
Bila kita hitung mungkin milyaran bahkan lebih nikmat Allah yang telah kita terima sampai saat ini. Salah satunya adalah nikmat Iman dan Islam. Sebuah nikmat yang luar biasa jika sampai hari ini kita masih bisa merasakannya melalui tilawah harian kita, sujud-sujud panjang di sepertiga malam, ibadah-ibadah sunnah yang kita jalani, kesabaran dalam menerima setiap ujian-Nya atau bahkan melalui sedekah yang kita keluarkan dengan keikhlasan…..
Apakah kita termasuk orang yang berpikir bahwa Allah tidak adil terhadap diri kita? Terhadap segala nikmat yang telah diberikan-Nya untuk kita karena orang lain mampu mendapatkannya lebih, terhadap cobaan yang ditimpakanNya pada kita padahal itu sebenarnya adalah bentuk rasa cinta Allah pada kita karena kita dianggap pantas untuk mendapatkan tingkatan Iman yang lebih tinggi…
Astagfirullahaladzim…………
Saudara ku apa pantas bila kita bersanding dengan Rasulullah di surga atau setidaknya memiliki derajat yang sama dengan para sahabat dan shahabiyah rasul bila bersyukur saja tidak mampu….? Renungkanlah…. Jika saja kita tahu bagaimana perjuangan Sang Pembawa Risalah, kehidupan para khalifah atau bahkan beratnya perjuangan saudara-saudara muslim di Palestina saat ini yang mempertahankan Al-Aqsha maka tidak henti-hentinya hati ini tergetar untuk mengucapkan tahmid pada Allah….
Bersyukurlah bila nikmat telah diterima, bersabarlah bila keputusan sudah ditetapkan. Malaikat tidak akan menangis jika kau menangis tapi malaikat akan menyebut nama mu dan memohon pada Allah untuk segera menambah nikmat-Nya bila kita senantiasa bersyukur akan segala ketetapan-Nya…
Saudara ku mata yang saat ini kita gunakan untuk membaca, kaki yang saat ini masih bisa digunakan untuk menopang tubuh, telinga yang masih bisa kita gunakan untuk mendengar hiruk-pikuk suara manusia, tangan yang masih bisa kau ulurkan untuk memberi dan lisan yang senantiasa kau gunakan untuk mengatakan hal-hal baik….. itu adalah sedikit nikmat Allah yang bisa kita rasakan.
Saudara ku… jangan sampai kau buta dengan kehidupan duniawi yang bisa melupakan akhirat, jangan kau terlena dengan kesenangan di dunia yang bisa melupakan mu dari siksa kubur.
I
ngatlah saudara ku… waktu kita tidak banyak untuk mengumpulkan pahala, untuk mendapatkan bekal akhirat…. Bersyukurlah selama usia masih dalam genggamanmu, selama nikmat sehat masih dapat kau rasakan, selama kesempitan belum kau hadapi. Kemudian… berusahalah menjadi yang terbaik di hadapan-Nya…
Semoga Allah senantiasa memudahkan langkah-langkah kita menuju kebaikan… Aamiin
dakwatuna.com
Rabu, 21 Desember 2011
Ku tak Ingin Menjadi "Bukan Siapa-Siapa"
Hari ini yang ku nanti…
Saat lembaran-lembaran iman saling terpaut
Membentuk garis-garis ukhuwah
Sketsa impian masa lalu, kini nyata terekam dalam pita batinku…
Segenggam ghirahMu bagai batu bara menyala pada permukaan tungku,
Berkawan dengan api…
Saat ku terlelap, bara itu kian menyala!
Menyilaukan,
Pesonanya memukau menerangi seantero jagat raya, memukau dalam peraduan cintaNya…
Lentera-lentera zaman menyatu terselimuti asa-asa tak terperi,
Mencipta senyum menyemaikan benih-benih wasilah…
Damainya pelita arsy-Mu menggoda, mengusik kelalaianku
Sejenak merenungi,
Ku terjaga akan Rumah-Mu di sana…
Segudang perih menusuk jiwa,
Menghunus tajam dalam dada!
Ingatan menerbangkan ruhku pada bayi-bayi yang terkapar tak berdaya!
Semangkuk suara-Mu membisikkan nyawa-nyawa melayang oleh sabetan pedang…
Hatiku, menjerit!
Pandanganku mendadak nanar
Amat kentara di ujung lensa mataku,
mayat-mayat menjerit!
Mengaduh kesakitan… terlukis dalam untaian tinta darah bercecer
Membeku dalam kalbu
Mengakar dalam sangkar.
Jangkar-jangkar berakar meniupkan kabar
Menyangsikan bayi-bayi syahid menggema takbir,
Mengenangnya, tak sekedar menyayat hati mengguratkan kepiluan lara…
Rekaman setengah abad lampau, menyulut imanku!
Saat kobaran api dipercikkan zionis Dennis Rohan di al-Quds,
Api itu kini sudah padam seutuhnya! TIDAK!
Lalu, apakah kau rela menjadi “bukan siapa-siapa” dalam memoar ini?
Rasa cemburu berkobar pada tangan-tangan zionis laknatullah…
Gelegar dahsyat jet-jet tempurmu, tak kan mampu menggedor kekokohan imanku…
Komitmen ini kami bangun, menjulang tinggi, membangun tembok-tembok peradaban!
Memecah lingkaran-lingkaran keangkuhan…
Seucap doa kita menyimpan seribu kekuatan untuk mereka mujahid sejati…
Karena kita “siapa-siapa”
Sumber: http://www.dakwatuna.com/2011/10/15777/ku-tak-ingin-menjadi-bukan-siapa-siapa/#ixzz1hCz3sN4k
Selasa, 06 Desember 2011
Mungkin Karena Kita.
Bismillah…
Mungkin karena kita masih tetap di sini, di balik selimut yang hangat serta bantal kepala yang empuk untuk ditiduri, kita masih pulas di sana, dalam buaian mimpi yang terus menjejali, juga kelelahan-kelelahan yang sering terjadi karena memang kita meng-alpa-i diri. Kita memang masih di sini, di tumpukan kemalasan sedang matahari sudah mulai terbit dari timur, sedang embun pagi mulai membasahi bumi yang dingin, di subuh yang semakin beku ini, kita telah lupa satu hal, bahwa ada kenikmatan lain yang telah kita lalaikan bersama. Ada kesyukuran yang terlambat untuk terucap, sedang pagi sudah mulai datang dan meninggalkan subuh, sedang langit sudah mulai terang menyinari.
Mungkin karena kita masih enggan untuk jujur pada diri, pada tiap keringat yang berpeluh dalam hari. Pada penggal-penggal hati yang semakin hari terus saja terkotori, pada tiap perkataan yang senantiasa tak lebih dari prasasti yang tak berarti. Kita memang telah sering membohongi diri, atau mungkin kita sendiri yang tak sadar telah membohongi diri ? kebohongan pada hati, bahwa sejatinya ia sedang goyah karena tak bisa memiliki fitrahnya, fitrahnya yang cenderung tenang ketika Allah di sana, fitrahnya yang selalu damai ketika cinta yang menyala itu hanya untuk Allah, fitrahnya yang bening, bahwa dekapan ukhuwah itu akan terasa ketika iman melekat kepadanya. Kita telah lupa dan membohongi diri sendiri, bahwa sebelum kita lahir di dunia ini, Allah telah mengambil janji dari diri kita agar tak sering mengingkari apa yang akan diperintahkan-Nya.
Mungkin karena kita masih sering malas untuk berbenah. Berbenah atas amalan-amalan kita yang sering bolong, berbenah atas niat-niat hari yang tak sebening pagi, berbenah untuk langkah-langkah kaki yang tak lagi lurus pada jalan yang abadi, berbenah untuk sujud penghambaan yang semakin hari semakin terasa hambar di hati, berbenah untuk istiqamah yang masih jauh dari dalam diri, berbenah untuk sebuah tadhiyah (pengorbanan) yang masih payah bersama jalan ini, berbenah untuk setiap waktu kita yang habis dengan perkara dunia yang sempit lagi tak punya arti. Kita memang sering malas untuk berubah, namun terlalu rajin untuk mengejar bahagia di dunia, sedang akhirat adalah negeri abadi yang bisa jadi indah atau buruk bagi diri.
Mungkin karena kita masih sering memiliki banyak alasan. Alasan untuk melambatkan waktu shalat kita, alasan untuk tak lagi menyempurnakan yang wajib dengan rawatib kita, alasan untuk tak lagi berlama-lama dzikir bersama Allah setelah lelah dalam hari, alasan untuk tak punya waktu di pagi hari, sedang Dhuha sudah mulai mengintip-i bumi, alasan untuk tiap kemalasan kita di malam hari, alasan untuk tak lagi segera melakukan kebaikan-kebaikan bagi orang lain, kita punya banyak sekali alasan untuk membenar-i, padahal sejatinya ia hanyalah cara agar kita punya jawaban yang pasti pada setan yang menjejali, bahwa paling tidak, ia telah mampu menyesati. Kita memang terlalu banyak beralasan, hingga tak lagi punya jawaban untuk tiap masalah yang menimpa diri. Kalau sudah begini, apakah kita akan berani menentang Allah jika DIA-pun PUNYA ALASAN yang pasti untuk menghukumi kita ? sedang bagi DIA, diri ini hanyalah kecil tak berarti.
Mungkin karena kita masih tetap di sini, pada titik awal yang selalu stagnan untuk sebuah PERUBAHAN AKHIRAT, pada kata ENGGAN yang selalu mengajari diri agar menghentikan langkah yang benar-benar menguati, pada rasa MALAS yang lebih sering datang menghampiri, apalagi ketika suara-suara pengingat dari Allah mulai tiba dan kita dengari, juga pada BANYAKNYA ALASAN yang kita cipta sendiri. Semuanya.. adalah sedikit dari banyak cara untuk mampu menohok diri kita. Bahwa “Mungkin KARENA kita memang telah pergi meninggalkan kampung akhirat.. kita telah lupa padanya, dan bersorak-sorak menikmati dunia yang semakin sempit dan menyesakkan.. “
“Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik.” (Al-Hasyr : 19)
Selasa, 01 November 2011
Sebelum Anda Menyesal
Kadang kala orang menghadapi penderitaan fisik dan rohani serta berbagai kesulitan di dunia. Perasaan-perasaan (penderitaan) ini begitu kuat sehingga tidak bisa dibandingkan dengan rasa sakit fisik manapun. Perasaan yang menyebabkan tekanan besar dalam jiwa manusia yang dimaksud disini adalah sebuah perasaan yang disebut dengan 'penyesalan'. Ada dua bentuk penyesalan yang sangat berbeda satu sama lain. Yaitu, penyesalan yang dirasakan oleh orang beriman dan penyesalan yang dialami orang yang tidak beriman (kafir). Orang-orang yang beriman adalah orang-orang yang memiliki kepercayaan sepenuhnya bahwa setiap peristiwa yang terjadi merupakan Kehendak Allah, dan apa pun yang menimpa mereka juga atas Kehendak Allah.
Hal ini menjelaskan betapa mereka memiliki kepercayaan penuh dan tidak berputus asa pada Tuhan serta melaksanakan ibadah untuk memperoleh ketenangan, pada waktu-waktu yang utama, baik ketika berada dalam masalah atau ketika mereka melakukan kesalahan. Ketika melakukan kesalahan, orang beriman segera bertobat dengan tulus dan berharap ampunan dari Allah. Oleh karena itu, ia tidak mengalami penderitaan batin yang amat sulit dan penyesalan hidup yang berkepanjangan. Penyesalan yang dirasakan oleh orang beriman mendesak mereka untuk bertobat, untuk menyucikan diri dan mencegah mereka untuk mengulangi kesalahan ini. Hal ini membantu mereka memperbaiki kesalahan mereka dan mencegah mereka terjun ke dalam suasana hati yang amat sulit dan pesimis. Selain itu, penyesalan ini tidak mengurangi antusiasme mereka, pengabdian, atau semangat keagamaan, dan juga tidak menyeret mereka pada sebuah lingkaran ketakutan dan depresi.
Di sisi lain, penyesalan yang dirasakan oleh orang-orang kafir sangat menyedihkan dan konstan, karena mereka tidak bertawakal kepada Allah ketika mereka menghadapi kesulitan atau melakukan hal yang dilarang oleh Allah. Sepanjang hidup mereka, mereka sering mengungkapkan "Saya berharap saya tidak melakukan ini ..." "Saya berharap saya tidak pernah mengatakan ini ...", dan sebagainya. Lebih pentingnya lagi, orang-orang kafir akan terjebak pada sebuah penyesalan yang jauh lebih besar di akhirat. Mereka yang memisahkan urusan agama dengan urusan dunia (sekuler), akan menyesal setiap saat dalam kehidupan mereka. Mereka telah diberi peringatan sebelumnya dan ditunjukkan jalan yang lurus. Mereka memiliki cukup waktu untuk merenungkan dan memikirkan mana yang benar. Namun mereka tidak mendengarkan ketika mereka diperingatkan, mengabaikan akhirat seolah-olah mereka tidak akan pernah mati.
Kemudian di akhirat, mereka tidak akan memiliki kesempatan untuk kembali ke dunia ini dan memperbaiki kesalahan mereka. Dalam Al-Qur'an, ungkapan penyesalan mereka tertulis sebagai berikut: Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kepadamu (hai orang kafir) siksa yang dekat, pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya; dan orang kafir berkata: "Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu adalah tanah." (QS. An-Naba', (78):40) Dan jika kamu (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, lalu mereka berkata: "Kiranya kami dikembalikan (ke dunia) dan tidak mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman", (tentulah kamu melihat suatu peristiwa yang mengharukan). (QS. Al-An'am, (6):27) Mereka akan berkata: Dan mereka akan berkata: “Kalau saja kami benar-benar mendengarkan atau menggunakan akal kami (memikirkan peringatan itu), maka tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang apinya menyala-nyala.” (QS. Al-Mulk, (67):10) Perlu diingat bahwa pada hari itu tidak seorang pun yang menyesal akan diselamatkan dari murka Allah. Satu-satunya cara untuk menghindari penyesalan ini adalah dengan tunduk kepada Allah selagi masih ada waktu dan mematuhi segala perintah Allah. Patuhilah seruan Tuhanmu sebelum datang dari Allah suatu hari yang tidak dapat ditolak kedatangannya. Kamu tidak memperoleh tempat berlindung pada hari itu dan tidak (pula) dapat mengingkari (dosa-dosamu). (QS. Asy-Syuura, (42):47)
Sumber: harun yahya wesite
Kamis, 13 Oktober 2011
5 Manajemen Mimpi
“Kenyataan hari ini adalah mimpi kita kemarin, dan mimpi kita hari ini adalah kenyataan hari esok” (Hasan Al-Banna)
“Bermimpilah engkau setinggi langit” (Pepatah)
Setiap orang mempunyai area mimpi yang berbeda, karena setiap orang bebas untuk bermimpi, seperti burung yang terbang di angkasa, setiap orang dapat memilih ingin menjadi begini dan begitu, mau ini dan itu, yang intinya menggambarkan cerita sukses kehidupan, dan seluruh mimpi itu terangkum dalam jutaan keinginan kita. keinginan yang tak tahu dimana ujungnya waktu dan tempatnya.
Mimpi adalah suatu hal yang sangat urgent dalam kehidupan karena akan menunjukkan peta dan langkah kesuksesan kita. Mimpi memang membuat hidup jadi lebih indah karena keberhasilannya, namun banyaknya juga mimpi yang tak tergapai dan tak terbeli. Hanya orang mati sajalah yang tidak mempunyai keinginan dan mimpi.
Berani bermimpi adalah langkah awal untuk sukses, dan ketakutan kita untuk bermimpi awal dari kesalahan fatal dalam kehidupan. Selalu memperbaharui mimpi akan menjadikan hidup lebih bersemangat dan obsesif, meninggalkan dan melupakannya akan sebaliknya. Membatasi mimpi akan menjadikan kita terkungkung dalam sebuah kotak yang membuat gerak dan langkah kita menjadi terbatas.
Ada 5 hal, bagaimana kita mengelola mimpi-mimpi kehidupan kita :
1. Faktor mental
Mimpi itu sangat dekat kaitannya dengan khayalan dan pemikiran, olehnya faktor mental menjadi sangat berperan. Mimpi besar hanya bisa dilahirkan orang yang memiliki mental besar, orang memiliki mental langit yang dekat dengan Yang Maha Besar. Jangkauan mimpi dan berpikirnya akan jauh ke depan, menembus batas kehidupan setelahnya, ia akan menghasilkan karya-karya besar dan luar biasa dalam kehidupannya, sebaliknya orang yang takut kepada makhlukNya akan melahirkan mimpi yang kerdil, mimpi hanya tentang harta, tahta dan wanita, hanya mimpi sesaat dan sejauh mata memandang.
2. Reasonable
Mimpi itu memang harus masuk akal dan logika, i-reasonable mimpi akan hanya menjadi mission impossible kehidupan sebagaimana di film-film. Ada dua logika bagaimana kita merasionalkan mimpi, pertama: Logika Langit, Tuhan tahu apa yang terbaik untuk makhluk-Nya, logika langit adalah logika agama, inspirasi mimpi yang bersumber dari Wahyu dan sabda Nabi-Nya. Kedua; Logika Manusia, Tuhan tidak mendatangkan hujan emas dari langit, tapi mimpi itu harus logis dan dapat dikerjakan manusia, bukan sesuatu yang mengawang-awang.
3. Jelas
Banyak orang bermimpi, namun hanya sepintas lalu, samar-samar atau hanya setengah hati. Seyogianya mimpi itu haruslah jelas, plus minusnya, bagaimana gambaran detail mimpi itu, hipotesa mimpi dan rencana aksi harusnya suatu hal yang jelas dan tersusun dalam planning kehidupan. Kegagalan kita mendeclear, men-zoom dan memperjelas mimpi adalah kegagalan kehidupan kita.
4. Terkoneksi
Koneksi adalah sebahagian dari kesuksesan mimpi, terkadang ada suatu hal yang sebaiknya dikerjakan oleh bukan diri kita, tapi oleh yang lain. Kita boleh bermimpi dan berencana tapi Tuhan juga punya rencana, manusia yang lain juga punya keinginan dan rencana, tinggal bagaimana kita menyambungkan, mengkoneksikan dan menyesuaikan antara mimpi kita, rencana Tuhan dan keinginan manusia.
5. Sumber daya
Pengetahuan dan kepemilikan sumber daya memberikan pengaruh besar dalam mensukseskan mimpi. Sumber daya langit adalah sumber daya tak terbatas, “berdoalah (mintalah keinginanmu), Niscaya akan Aku kabulkan”. Di sisi yang lain, sebaiknya kita saatnya berfikir bagaimana mimpi kita dapat dibiayai orang lain, karena jika mengandalkan sumber pribadi, akan sangat terbatas. Ketiga sumber daya ini jika dimaksimalkan dan diintegrasikan akan sangat membantu suksesnya mimpi kita
Wallahu a’lam bishshawab.
Sumber: http://www.dakwatuna.com/2011/09/14758/5-manajemen-mimpi/#ixzz1ahliKIqY
Minggu, 02 Oktober 2011
Ngobrolin Kampus Bersama Telkomsel
Entrepreneur & Internship Program 2011
Merupakan program tahunan untuk para member TMC dengan memberikan informasi-informasi yang dibutuhkan mahasiswa.
Program Seminar Entrepreneurship akan memberikan informasi mengenai scriptwriting dengan pembicara-pembicara dari dunia film, serta kesempatan untuk mengikuti kompetisi scriptwriting.
Program Seminar VAS Business & Knowledge akan memberikan informasi mengenai dunia telekomunikasi.
Program Seminar Informasi Bursa Kerja akan memberikan informasi mengenai dunia kerja serta kesempatan magang di berbagai perusahaan, termasuk Telkomsel.
Program Informasi BlackBerry Community akan memberikan informasi seputar BlackBerry, tips & trick, serta coaching clinic BlackBerry.
Nantikan di kotamu!
| NO | KOTA | VENUE | ADDRESS | DATE | |
| 1 | Medan | Auditorium Kampus Univ Negeri Medan | Jl. William Iskandar Pasar 5 Medan | Selasa, 27 Sept | |
| 2 | Denpasar | GOR Lila Bhuana - Denpasar | Jl. Melati No 1, Denpasar | Selasa, 4 Okt | |
| 3 | Bogor | Graha Widya Wisuda Kampus IPB - Bogor | Jl. Raya Darmaga, Bogor, Jawa Barat | Rabu, 12 Okt | |
| 4 | Palembang | Graha Sriwijaya UNSRI - Bukit Besar | Jalan Srijayanegara Bukit Besar Palembang 30139 | Kamis, 20 Okt | |
| 5 | Surabaya | Graha Sepuluh Nopember Kampus ITS - Surabaya | Jl. Kampus ITS Sukolilo - Tromol Pos 900/SB Kode Pos 60008 Surabaya | Rabu, 26 Okt | |
| 6 | Samarinda | GOR Segiri Samarinda Fadli-0812 5844146 | Jl.Kesuma Bangsa | Selasa, 1 Nov | |
| 7 | Purwokerto | Gedung Sumardjito Kampus UNSOED, | Jl. Prof. Dr. H. Bunjamin No. 708 Purwokerto, Jateng | Selasa, 15 Nov | |
| 8 | Makassar | Wisma Manunggal | Jl. Jendral Sudirman No. Makassar | Selasa, 22 Nov | |
| 9 | Kendari | Auditorium Unhalu, Univ.Haluoloe | Kampus Hijau Bumi Tridharma Anduonohu, Kendari 93232 | Sabtu, 3 Des | |
| 10 | Jakarta | To Be Confirm | To Be Confirm | Desember |
Info Lengkap : www.telkomsel.com



